Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
Dari :
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis
Apakah seni musik
itu sebenarnya, dan maknanya bagi kehidupan manusia? Sepanjang sejarah
banyak penyair, filusuf, penulis maupun musikus yang telah berupaya
mendefinisikannya. Ada yang menganggap musik sebagai "bahasa para dewa", atau ada pula yang mengatakan bahwa "musik dimulai di saat ujaran berakhir".
David Ewen mencatat sebuah definisi tentang musik yang dibuat oleh
penyusun kamus sebagai "Ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi
ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi
melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin
diungkapkan terutama aspek emosional".
Schopenhauer, filusuf Jerman di abad ke-19 mengatakan dengan singkat bahwa "Musik adalah melodi yang syairnya adalah alam semesta".
Sementara itu menarik pula untuk dicatat pendapat Dello Joio, komponis
Amerika keluaran Julliard School di New York, dan banyak bekerja sama
dengan koreografer Martha Graham, bahwa "Mengenal musik dapat memperluas
pengetahuan dan pandangan selain juga mengenal banyak hal lain di luar
musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan
nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari satu kenyataan yang
selam ini tersembunyi.
Berikut ini adalah pendapat Suhastjarja,
dosen senior Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta,
lulusan peabody Institute dari Amerika, bahwa "Musik ialah ungkapan rasa
indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulan, dalam
wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni,
serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri
sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat
dimengerti dan dinikmatinya". Lebih lanjut Suhastjarja mengemukakan
bahwa oleh karena bentuk musik itu terbentang di ruang yang sifatnya
spasial, maka ia dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk dalam seni
sastra. Jika bentuk-bentuk sastra ditulis dari kiri ke kanan (kecuali
dalam bahasa-bahasa Simetik dan bahasa-bahasa Oriental), bentuk-bentuk
musik ditulis dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas, sehingga arah
dari kiri ke kanan menunjukkan dimensi waktu, sedangkan dari arah bawah
ke atas menunjukkan dimensi sifatnya akustik musikal. Kesejajaran dalam
kalimat musik, seperti halnya dalam kalimat bahawa, terjadi antara frase
anteseden dan frase konsekuen. Ini dapat dilihat dari tulisan musik
secara horisontal dari kiri ke kanan, sedangkan kesejajaran yang
vertikal antara dua garis melodi atau lebih yang berbunyi bersamaan,
dapat dilihat dari tulisan musik secara horizontal sekaligus vertikal.
Namun pengamatan tulisan musik secara vertikal khusus diperuntukkan bagi
keselarasan bunyi bersama atau harmoni.
Peningkatan pengertian mengenai musik
dapat dilakukan lewat peningkatan pengertian akan bentuk-bentuk musik,
karena suatu imaji tanpa bentuk merupakan bayangan yang ruwet.
Seni tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.
Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.
Haukin menyatakan bahwa tari adalah
ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk
melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan
sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Di sisi lain
ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam
wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.Untuk menjadi bentuk
yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi
subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam upaya
merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.
Tari
sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi
(TV), maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus
berupa pergelaran tari,dan acara
tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan
dengan keagamaan, perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan
adat.
Tari merupakan salah satu cabang seni,
di mana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari mendapat
perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat
ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat
dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.
Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki
peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Pada berbagai acara
tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari
bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai
sarana upacara Agama dan Adat.
Apabila disimak secara khusus, tari
membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama tari, gerak tari,
maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari
memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri
terutama bagi pendukungnya.
Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik
secara spontan, ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi
maupun bahasa tubuh/gestur. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan
penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan denyut tubuh
memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.
Elemen utamanya berupa gerakan tubuh
yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu secara performance yang
secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas.
Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara
jelas.
Seperti dikutip oleh M. Jazuli dalam
(Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh
yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai
pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang
ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).
Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari
yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat
dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya,
gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).
Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah
ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk
media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si
penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat
dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerakyang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.
Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah
gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik,
diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam
tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan
perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak
ritmis. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan
manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi
wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk
latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak, rasa,
dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti
manusia yang mempelajarinya.