Kamis, 02 Februari 2012

KUAT MENGEJAR MIMPI


Hampir terbunuh
Ku tau ku tak pantas ada untuk mu
Tak pantas mengharapmu selalu ada disamping
Hampir diri ini terbunuh sepi, sepi hati dari yang dicari
Inginnya dapatkan apa yang dicari
tapi belum jua datang kesini
Semoga terus mencari untuk mendapatkannya
Biar semua mati ditengah mencari,
berdiri kaku tak berkutik
Tetap biarkan mencari walau hanya melangkah sejari
Ingat, biar sejari biar lama dihati yakin semua pasti berarti
Ditengah jalan mungkin ada benalu hinggap tuk menghisap sari
Relakan saja hingga semua bisa teratasi
Kuatkan hati tuk tegar pada diri sendiri
Kejar semua asa hingga semua terkikis
dan terlewatkanlah pembunuh sepi




Auditorium Harun Nasution 13:37 03112011

RENUNGAN SEMUT KECIL


SEMUT KECIL

Menyusuri telaga malam tanpa cahaya bintang
Bulan pun bersembunyi dibalik pekat awan
Mungkin malu atau kasihan
Melihat semut kecil melewati malam sepi
Semerbak melati serasa pancarkan aroma surgawi
Mungkinkan ini yang orang selalu nanti
Dikala sepi tak ada yang dinanti
Seorang dirilah yang hanya menikmati
Kembali melati mengisi malam dengan aromanya
Adakah teman yang dapat menemani
Luapkan semua biar terlupakan yang ada
Ingin diri tak terbawa asa
Agar beban ringan terasa didada
Namun hanya inilah yang ada
Biarkan semua menjadi apa adanya.


Ciputat, darulhikam 01102011 23:57

HENING MALAM


Hening malam

Rintik hujan temani lafadz indah nan merdu pengisi malam
Hempaskan semua rasa tuk gapai yang di pinta
Bertemankan debur angin dan kilatan cahaya petir
Menggelegar bagai bom atom penghancur alam
Kurasakan perlahan keringat mulai mendingin
Sedingin embun sejuk di pagi hari
Bercampur sudah semua rasa harap dan takut
Menjadi sebuah rasa yang tak mungkin terungkap
Selamanya akan jadi sebuah rasa yang termisterikan dalam hidup ini
Seberapapun usaha tuk mengungkap
Hanyalah rasa berbeda yang didapat
Terlupakan semua asa karena terlena oleh rasa yang tak ada dua
Ingin sekali selamanya seperti ini
Hingga tak pernah terpikir untuk berhenti menikmati
Semoga dapat terukir apa yang menjadi cita
Hingga menjadi berharga untuk jiwa, raga dan apa yang dicita.




Ma’wa bawah 01112011 14:41

Rabu, 01 Februari 2012

PENGERTIAN SENI

Seni menurut bahasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah keahlian membuat karya bermutu (dilihat dari kehalusannya, keindahannya, dsb, seperti seni tari, seni lukis, seni ukir dll. Sedangkan menurut Ensiklopedia Indonesia, seni didefinisikan sebagai penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia, dilahirkan dengan perantara alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh panca indera (seni suara, penglihatan (seni lukis) atau dilahirkan dengan perantara gerak (seni tari, drama, dll).
       Sedangkan para ahli di bidangnya masing-masing juga memberikan definisi mereka masing-masing terhadap pengertian seni itu, antara lain :
       Menurut pendapat Ki Hajar Dewantara, seni adalah segala perbuatan yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia lainnya.
        Berdasarkan pendapat Herbert Read, seni adalah usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang sedemikian itu dapat memuaskan kesadaran keindahan kita dan satu kegiatan rohani dari para pengamatnya untuk mencari satu nilai keharmonisan.
           Achdiat Karta Miharja, memberikan batasan yang lebih tegas tentang seni, yaitu kegiatan rohani yang merefleksikan realitas (kenyataan) dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerimanya.
        Menurut pendapat Thomas Munro (seorang filsuf dan ahli teori seni berkebangsaan Amerika), seni adalah buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya. Efek tersebut meliputi tanggapan-tanggapan yang meliputi pengamatan, pengenalan, imajinasi yang rasional maupun emosional.
          Masih banyak, puluhan bahkan ribuan definisi seni lainnya yang kadang justru membuat kita bingung atau bahkan mungkin menjadi terlalu gampang untuk mendefinisikan ‘sesuatu’ itu sebagai seni atau sebuah karya seni. Karena semua kembali kepada kita untuk mendefinisikan dan memberi makna terhadap sesuatu yang diciptakan manusia itu apakah termasuk karya seni atau tidak.
dari :
http://ki-ageng-ganjur.blogspot.com/2011/12/beberapa-pengertian-tentang-seni.html

PENGERTIAN STRATEGI DAKWAH

A. PENGERTIAN STRATEGI DAKWAH
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencpai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya.
Dengan demikian strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut strategi dakwah harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara tekhnik (taktik) harus dilakukan, dalam arti kat bahwa pendekatan (approach) bias berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.Untuk mantapnya strategi dakwah, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell, yaitu:
* Who? (Siapa da'i atau penyampai pesan dakwahnya?)
* Says What? (Pesan apa yang disampaikan?)
* In Which Channel? (Media apa yang digunakan?)
* To Whom? (Siapa Mad'unya atau pendengarnya?)
* With what Effect? (Efek apa yang diharapkan?)

Pertanyaan "efek apa yang diharapkan" secara emplisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama. Pertanyaan tersebut, yakni :
> When (Kapan dilaksanakannya?)
> How (Bagaimana melaksanakannya?)
> Why (Mengapa dilaksanakan demikian?)

Tambahan pertanyaan tersebut dalam strategi dakwah sangat penting, karena pendekatan (approach) terhadap efek yang diharapkan dari suatu kegiatan dakwah bisa berjenis-jenis, yakni :
> Menyebarkan Informasi
> Melakukan Persuasi
> Melaksanakan Instruksi.

B. PENTINGNYA STRATEGI DAKWAH
Pentingnya strategi dakwah adalah untuk mencapai tujuan, sedangkan pentingnya suatu tujuan adalah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Fokus perhatian dari ahli dakwah memang penting untuk ditujukan kepada strategi dakwah, karena berhasil tidaknya kegiatan dakwah secara efektif banyak ditentukan oleh strategi dakwah itu sendiri.
Dengan demikian strategi dakwah, baik secara makro maupun secar mikro mempunyai funsi ganda, yaitu :
a. Menyebarluaskan pesan-pesan dakwah yang bersifat informative, persuasive dan instruktif secara sistematik kepada sasaran untuk memperoleh hasil optimal.
b. Menjembatani "Cultur Gap" akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilaii-nilai dan norma-norma agama maupun budaya.
Bahasan ini sifatnya sederhana saja, meskipun demikian diharapkan dapat menggugah perhatian para ahli dakwah dan para calon pendakwah yang sedang atau akan bergerak dalam kegiatan dakwah secara makro, untuk memperdalaminya.
Jika kita sudah tau dan memahami sifat-sifat mad'u, dan tahu pula efek apa yang kita kehendaki dari mereka, memilih cara mana yang kita ambil untuk berdakwah sangatlah penting, karena ini ada kitannya dengan media yang harus kita gunakan. Cara bagaimana kita menyampaikan pesan dakwah tersebut, kita bias mengambil salah satu dari dua tatanan di bawah ini :
a. Dakwah secara tatap muka (face to face)
- Dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari mad'u.
- Sewaktu menyampaikan memerlukan umpan balik langsung (immediate feedback).
- Dapat saling melihat secara langsung dan bisa mengetahui apakah mad'u memperhatikan kita dan mengerti apa yang kita sampaikan. Sehingga umpan balik tetap menyenangkan kita.
- Kelemahannya mad'u yang dapat diubah tingkah lakunya relative, sejauh bisa berdialog dengannya.
b. Dakwah melalui media.
- Pada umumnya banyak digunakan untuk dakwah informatife.
- Tidak begitu ampuh untuk mengubah tingkah laku.
- Kelemhannya tidak persuasive
- Kelebihannya dapat mencapai mad'u dalam jumlah yang besar.

C. PERANAN DA'I DALAM STRATEGI DAKWAH
Dalam strategi dakwah peranan dakwah sangatlah penting. Strategi dakwah harus luwes sedemikian rupa sehingga da'i sebagai pelaksana dapat segera mengadakan perubahan apabila ada suatu faktor yang mempengaruhi. Suatu pengaruh yang menghambat proses dakwah bisa datang sewaktu-waktu, lebih-lebih jika proses dakwah berlangsung melalui media.
Menurut konsep A.A Prosedure, bahwa dalam melancarkan komunikasi lebih baik mempergunakan pendekatan, apa yang disebut A-A Proceedure atau From Attention to Action Procedure yang di singkat AIDDA. Lengkapnya adalah sebagai berikut :
A Attention (Perhatian)
I Interest (Minat)
D Desire (Hasrat)
D Decision (keputusan)
A Action (Kegiatan)
Maknanya :
# Proses pentahapannya dimulai dengan membangkitkan perhatian (attention). Dalam hal ini pada diri seorang da'i harus menimbulkan daya tarik (source attactiveness).
# Sikap da'i berusaha menciptakan kesamaan atau menyamakan diri deengan mad'u sehingga menimbulkan simpati mad'u pada da'i.
# Dalam membangkitkan perhatian hindarkan kemunculan himbauan (appeal) yang negative sehingga menumbuhkan kegelisahan dan rasa takut.
# Apabila perhatian mad'u telah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan upaya menumbuhkan minat (interest) yang merupakan derajat lebih tinggi dari perhatian.
# Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolak bagi timbulnya hasrat (desire) untuk melakukan suatu kegiatan yang diharapkan mad'u.
# Hasrat saja pada diri mad'u belum berarti apa-apa, sebab harus dilanjutkan dengan keputusan (decission), yakni keputusan untuk melakukan kegiatan (action) sebagaimana diharapkan da'i.

D. STRATEGI DAKWAH
Dengan strategi dakwah seorang da'i harus berfikir secara konseptual dan bertindak secara sistematik. Sebab komunikasi tersebut bersifat paradigmatik.
Paradigma adalah pola yang mencakup sejumlah komponen yang terkorelasikan secara fungsional untuk mencapai suatu tujuan.
Suatu paradigma mengandung tujuan. Dan tujuan pada paradigma tesebut , yakni "mengubah sika, opini atau pandangan dan perilaku". (to change the attitude, opinion and behavior), sehingga timbul pada diri mad'u efek afektif, efek kognitif, dan efek konatif atau behavioral.
1. Proses Dakwah
§ Dalam menyusun strategi dakwah harus menghayati proses komunikasi yang akan dilancarkan.
§ Proses dakwah harus berlangsung secara "berputar"(circular), tidak "melurus" (linear). Maksudnya, pesan yang sampai kepada mad'u efeknya dalam bentuk tanggapan mengarus menjadi umpan balik.
§ Mengevaluasi efek dari umpan balik terseut negative atau positif.
2. Da'i
§ Mendalami pengetahuan Alqur'an dan Hadits, pengetahuan huukum Islam lainnya. Sejarah nabi, ibadah, muamalah, akhlak, dan pengetahuan Islam lainnya.
§ Menggabungkan pengetahuan lama dan modern.
§ Menguasai bahasa setempat.
§ Mengetahui cara berdakwah, system pendidikan dan pengajaran, mengawasi dan mengarahkan.
§ Berakhlak mulia.
§ Para da'i harus bijaksana, dan berpenampilan yang baik.
§ Para da'i haus pandai memilih judul, dan menjauhkan yang membawa kepada keraguan.
§ Da'i adalah imam dan pemimpin.
3. Pesan Dakwah
§ Sistematis dan objektif.
§ Bahasanya ringan sesuai dengan situasi dan kondisi.
§ Tidak harus panjang lebar.
§ Pesan dakwah sesuai dengan Alqur'an dan Hadits.
§ Meyakinkan tidak meragukan.
§ Isinya menggambarkan tema pesan secara menyeluruh.
4. Media Dakwah
§ Radio
§ Mimbar
§ Televisi
§ Dan Publikasi lainnya
§ Film Teater
§ Majalah
§ Reklame
§ Surat Kabar
5. Mad'u
§ Komponen yang paling banyak meminta perhatian.
§ Sifatnya, heterogen dan kompleks.
§ Selektif dan kritis memperhatikan suatu pesan dakwah, khususnya jika berkaitan dengan kepentingannya

6. Efek Dakwah
§ Efek kognitif (cognitive effect), berhubungan dengan pikiran atau penalaran, sehingga khalayak yang semula tidak tahu, yang tadinya tidak memahami, yang tadinya bingung menjadi merasa jelas. Contohnya; berita, tajuk rencana, artikel dan sebagainya.
§ Efek afektif, berkaitan dengan perasaan. Misalnya, perasaan marah, kecewa, kesal, gembira, benci dan masih banyak lagi.
§ Efek konatif (efek behavioral), bersangkutan deengan niat, tekad, upaya, usaha yang cenderung menjadi suatu kegiatan atau tindakan. Efek konatif timbul setelah muncul efek kognitif dan afektif. Misalnya, seorang suami yang bertekad berkeluaga dengan dua anak saja merupakan efek konatif setelah ia menyaksikan fragmen acara televisi, betapa bahagianya beranak dua dan sebaliknya betapa repotnya beranak banyak.



Daftar Pustaka
v Hafidz, Abdullah Cholis, dkk. Dakwah Transformatif. Jakarta: PP LAKPESDAM NU. 2006.
v Effendy, Onong Uchjana. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikas. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti 2003.
v Syihata, Abdullah. Dakwah Islamiyah. Jakarta: Depag. 1986.


Sumber:http://uchinfamiliar.blogspot.com/2009/04/strategi-dakwah-melaksanakan-instruksi.html

COBA TUK HINDARI


Terlena

Karena kamu aku begini, kalau sejak dari dulu katanya akan lain
Awalnya ingin hindari hari, berusaha tuk lari sejenak
Lewat mimpi yang tak mungkin orang sangka
Hari-hari terlewati dengan hati yang gontai tak berarah
Mencoba nikmati semua detik hari
Namun kian kemari  hanya sedikit yang didapat
Ingat, itu katamu!
Tidak dengan aku
Ada banyak hal yang terpatri dari tiap detik hari
Tak banyak yang pasti namun yakin semuanya sangat berarti
Hingga kini aku masih merasakannya
Mungkin sampai nanti pun akan terasa
Karena kamu tak banyak tahu apa yang telah aku tahu
Hindari tuk memungkiri semua
Lebih bijak dalam bertindak
Rasakan, maka kau akan faham

SEMUA KARENA MU


Semua karena Mu

Ku sadari semua yang kujalani ada dalam lingkupMu
Siang malam berharap tentangMu
Tak berhenti terus mengharap
Kau tau apa yang dirasa saat ini
Walau hancur galau tak menentu
Ku tetap memuji menyanjungMu
Andai saja semua tak terjadi
Aku pun akan tetap menyanjungMu
Walau hati hancur berkeping-keping
Mungkin orang kecewa dengan semua
Tapi biarlah hati ini yang menanggungnya