Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 Mei 2012
Kamis, 02 Februari 2012
SENYUM TUK UDARA
RISAU LAGI
Indah
nian warna burung pagi
Dengarkan
kicau untuk hilangkan sunyi
Teruslah
menari hingga siang berlari
menjauh
untuk selamanya pergi
harapkan
seorang tuk temani hati
hanyalah
udara yang menemani
dan
asap kotor yang membumbung tinggi
risau
sekali melihat semua ini
ingin
hati tuk pergi memungkiri
Ingatkah
kau akan pagi sunyi
Saat
semua hati tertawa mati
Tak
ada lagi senyum yang dinanti
Hanya
ada kau dan alam bumi
Ciputat,
darul hikam 29-09-2011
RENUNGAN PAGI
SEJUK NAPAS PAGI
Segar aroma mu pancarkan kesejukan
Terbetik dalam hati tuk membelai mewangimu
Untaian sepoi terlihat jelas di pelupuk
mata
Tarikan nafas menjadi saksi tempat hembusan
bersua
Dingin pagi seolah ingin menyapa hati tuk
renungi
Sepi kata yang tepat tuk ungkapkan diri
Seakan berusaha tuk hindari semua
Hanya asa yang kan didapat hingga semua terusaha
Semua kan berubah setelah usaha terusahakan
Ma’wa bawah, 31012012
RENUNGAN PENYEMANGAT JIWA
Menjemput batas
Pagi mulai
menampakan siangnya
Embun pagi sirna
diterpa cahaya mentari
Dinginnya pun
terusir oleh hangat mentari
Tak ada rasa
khawatir yang memperhatikan
bahwa sebenarnya
pagi hampir habis masanya
sedikit semangat
mungkin berarti untuk secuil arti
inginnya berarti,
nyatanya malah hampir pergi dan nyaris mati
ingin yang dibuat,
maksud yang dituju
semua hanya ilusi
belaka penghias kalbu
terbang hingga
menjulang mencapai yang dicitakan
tentu tak kan
pernah tercita andai hanya angan belaka
teruskan tumbuh
bergerak hingga semua klimaks
adanya seribu
langkah karena adanya langkah pertama
walau selangkah,
yakinlah untuk terus melangkah
sedikit lebih
berarti dari pada tidak sama sekali
ma’wa bawah 05:29
31102011
HARAPKAN TUNTUNAN
SIJALANG
BERJUTA NODA
Tak sadarkah aku, pagi sore kau buai aku
Hanya dengan rayuan gombalmu
Tak mengertikah aku
Siang malam hanya membisu
Melihat dan mendengarmu hantuiku
Pernah bertanya pada malam
Hanya secuil cahaya bulan menerpa
Dan taburan bintang hinggap dikepala
Dimanakah jawaban?
Gunungkah jawabnya...
Lautkah jawabnya...
Pohonkah jawabnya...
Ah, biarlah mimpi yang menjawab semua
Yakin tak yakin, ragu tak ragu
Hanya Kau yang patut menuntunku.
RENUNGAN PENGISI PENAT
Penat
Berlalu
waktu
Tanpa
pernah ada yang tau
Kapan
ia mulai
Hingga
terasa sangat mengganggu
Coba
tuk terus berlari
Hindari
hari yang menjemukan
Tak
tau kapan semua menjauh
Hingga
tak membekas dan hilang selamanya
Walau
selalu kembali dekati
Dengan
tingkah yang lebih dari ini
Juga
dengan cara yang lebih
Selalu
hati ini berusaha kembali
Tuk
tak tergoyah sama sekali
Hingga
semua kembali terkendali
Mungkin
jarang orang tahu
Apa
obat semua itu
Penawar
hati yang selalu dirindu-rindu
Ma’wa
bawah 17102011 20:28
Langganan:
Postingan (Atom)