Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI-PUISI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

PENCARIAN PEMILIK RUSUK INI

Ya Allah...
Yang Maha Pemurah

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia...
dan mempertemukan ku dengannya.
Terima kasih untuk saat-saat indah..
yang dapat kami nikmati bersama.
Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.
Ku datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati ini ya Allah ...
Sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidupku..

Ya Allah,
Jika aku bukan pemilik tulang rusuknya,
Janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya...
Janganlah biarkan ku, melabuhkan hati ku dihatinya..
Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan jauhkan dia dari relung hatiku...
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari padaMU yang tulus murni...
dan tolonglah agar dapat ku mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku ya Robb...
Maka satukan lah hati kami...
Bantulah diriku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
Berikan ku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...
Ridhoi dia...
Agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima diri ini dengan segala kelebihan dan kekuranganku Sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia agar sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengan diriku...

Kamis, 02 Februari 2012

SENYUM TUK UDARA

RISAU LAGI
Indah nian warna burung pagi
Dengarkan kicau untuk hilangkan sunyi
Teruslah menari hingga siang berlari
menjauh untuk selamanya pergi
harapkan seorang tuk temani hati
hanyalah udara yang menemani
dan asap kotor yang membumbung tinggi
risau sekali melihat semua ini
ingin hati tuk pergi memungkiri
Ingatkah kau akan pagi sunyi
Saat semua hati tertawa mati
Tak ada lagi senyum yang dinanti
Hanya ada kau dan alam bumi

Ciputat, darul hikam 29-09-2011

RENUNGAN PAGI

SEJUK NAPAS PAGI

Segar aroma mu pancarkan kesejukan
Terbetik dalam hati tuk membelai mewangimu
Untaian sepoi terlihat jelas di pelupuk mata
Tarikan nafas menjadi saksi tempat hembusan bersua
Dingin pagi seolah ingin menyapa hati tuk renungi
Sepi kata yang tepat tuk ungkapkan diri
Seakan berusaha tuk hindari semua
Hanya asa yang kan didapat hingga semua terusaha
Semua kan berubah setelah usaha terusahakan


Ma’wa bawah, 31012012

RENUNGAN PENYEMANGAT JIWA


Menjemput batas
Pagi mulai menampakan siangnya
Embun pagi sirna diterpa cahaya mentari
Dinginnya pun terusir oleh hangat mentari
Tak ada rasa khawatir yang memperhatikan
bahwa sebenarnya pagi hampir habis masanya
sedikit semangat mungkin berarti untuk secuil arti
inginnya berarti, nyatanya malah hampir pergi dan nyaris mati
ingin yang dibuat, maksud yang dituju
semua hanya ilusi belaka penghias kalbu
terbang hingga menjulang mencapai yang dicitakan
tentu tak kan pernah tercita andai hanya angan belaka
teruskan tumbuh bergerak hingga semua klimaks
adanya seribu langkah karena adanya langkah pertama
walau selangkah, yakinlah untuk terus melangkah
sedikit lebih berarti dari pada tidak sama sekali


ma’wa bawah 05:29 31102011

HARAPKAN TUNTUNAN


SIJALANG BERJUTA NODA

Tak sadarkah aku, pagi sore kau buai aku
Hanya dengan rayuan gombalmu
Tak mengertikah aku
Siang malam hanya membisu
Melihat dan mendengarmu hantuiku
Pernah bertanya pada malam
Hanya secuil cahaya bulan menerpa
Dan taburan bintang hinggap dikepala
Dimanakah jawaban?
Gunungkah jawabnya...
Lautkah jawabnya...
Pohonkah jawabnya...
Ah, biarlah mimpi yang menjawab semua
Yakin tak yakin, ragu tak ragu
Hanya Kau yang patut menuntunku.

RENUNGAN PENGISI PENAT

Penat
Berlalu waktu
Tanpa pernah ada yang tau
Kapan ia mulai
Hingga terasa sangat mengganggu
Coba tuk terus berlari
Hindari hari yang menjemukan
Tak tau kapan semua menjauh
Hingga tak membekas dan hilang selamanya
Walau selalu kembali dekati
Dengan tingkah yang lebih dari ini
Juga dengan cara yang lebih
Selalu hati ini berusaha kembali
Tuk tak tergoyah sama sekali
Hingga semua kembali terkendali
Mungkin jarang orang tahu
Apa obat semua itu
Penawar hati yang selalu dirindu-rindu


Ma’wa bawah 17102011 20:28